Tuesday, November 18, 2008

Gonad: Perkembangan & Fungsi Sistem Reproduksi

 Diferensiasi dan Perkembangan Seks
• Jenis Kelamin Kromosomal
• Kromosom Seks
• Jenis Kelamin ditentukan secara genetis oleh 2 kromosom yang disebut kromosom seks untuk membedakannya dari kromosom somatik(autosom)
• Satu jenis kelamin memiliki pasangan yang cocok, misalnya perempuan adalah XX dan pria XY
 Kromosom manusia
Manusia memiliki 46 kromosom
o Pada pria 22 pasang otosom ditambah sebuah kromosom X dan sebuah kromosom Y
o Pada wanita 22 pasang otosom ditambah 2 kromosom X

 Embriologi Sistem Reproduksi Manusia

 Perkembangan Gonad

Pada setiap sisi embrio muncul suatu gonad primitif dari Genital Ridge, suatu pemadatan jaringan dekat kelenjar adrenal.Gonad membentuk suatu korteks dan medula.Sampai minggu ke enam perkembangan, struktur ini identik pada kedua jenis kelamin.Pada pria genetik, medula berkembang selama minggu ke-7 dan ke-8 menjadi testis, dan korteks mengalami regresi.Pada wanita genetik, korteks berkembang menjadi ovarium dan medula mengalami regresi.

 Embrio Genitalia

Pada minggu ke-7 gestasi(kehamilan), embrio memiliki duktus genitalis primordial pria dan wanita.Pada janin wanita normal, sistem duktus mulleri berkembang menjadi tuba uterina(oviduktus) dan uterus.Pada janin pria normal, sistem duktus wolffian dikedua sisi berkembang menjadi epididimis dan vas deferens.

 Perkembangan Otak

Paling sedikit pada beberapa spesies, perkembangan otak serta genitalia eksterna dipengaruhi oleh androgen pada awal kehidupan.
Pada tikus pajanan singkat androgen selama beberapa hari pertama menimbulkan perilaku seksual berpola pria dan terbentuknya pola kontrol sekresi gonadtopin oleh hipotalamus bersifat pria setelah pubertas. Tanpa adanya androgen, terbentuknya pola wanita.

 Pubertas

Pubertas adalah ketika fungsi endokrin dan gametogenik gonad pertama kali berkembang mencapai titik yang dapat terjadi reproduksi. Pda gadis, peristiwa pertama adalah Tarlake, terbentuknya payudara, diikuti oleh Pubarke, timbulnya rambut pubis dan ketiak, lalu oleh Manarke, periode menstruasi pertama. Di Amerika Serikat selama bertahun-tahun terakhir pubertas biasanya terjadi antara usia 8 dan 13 pada gadis serta 9 dan 14 pada pemuda.

 Pubertas Tertunda atau Ketiadaan Pubertas
Pubertas tidak dianggap tertunda secara patologis sampai menarke tidak timbul pada usia 17 thn atau testis tidak berkembang sampai usia 20 thn
Kegagalan pematangan akibat panhipopituitarisme berkaitan dengan kecebolan (dwarfing) dan bukti kelainan endokrin lain.Penderita dengan kromosom XO dan disgenesis gonad juga cebol pada beberapa orang, pubertas tertunda walaupun terdapat gonad dan fungsi endokrin lain normal.Pada pria, gambaran klinis ini disebut eunukoidisme.Pada wanita, gambaran ini disebut amero primer

 Menopause

Ovarium manusia menjadi tidak responsif terhadap gonadtropin seiring dengan pertambahan usia, dan fungsinya menurun, sehingga siklus seksual menghilang, ini yang disebut juga sebagai menopause.Ovarium yang tidak responsif ini berkaitan dengan dan mungkin disebabkan oleh penuruna jumlah folilkel primordial, yang terjadi mendadak saat menopause.

Pada wanita, menstruasi biasanya mulai tidak teratus dan terhenti antara usia 45 dan 55.Rasa hangat yang menyebar dari badan ke wajah (hot flushes), keringat malam, dan berbagai gejala psikis sering terjadi saat ovarium berhenti berfungsi.Selain itu, pada pria hal ini terjadi setelah kastrasi. Penyebabnya tidak diketahui. Walaupun fungsi testis cenderung turun secara perlahan seiring dengan pertambahan usia, telah terbukti bahwa tidak terdapat “menopause pria” (klimakterik) yang serupa yang terjadi pada wanita.

Sistem Reproduksi Pria

- Testis mempunyai bentuk oval dan terletak didalam skortum atau kantung pelir. Fungsinya adalah sebagai alat untuk memproduksi sel-sel sperma dan hormon kelamin jantan.
- Saluran pengeluaran pada testis terdiri dari Epididimis dan Vas Deferens. Fungsi dari Epididimis adalah sebagai tempat penyimpanan sementara sperma sampai sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens yang berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma menuju kantung mani(vesikula seminalis)
- Spermatogenesis atau proses pembentukan sperma terjadi didalam testis, yaitu tubulus seminiferus. Kehidupan seksual aktif diawali pada usia sekitar 13 tahun, sebagai akibat stimulasi hormon gonadrotropin hipofisis anterior dan berlangsung terus sepanjang hidup. Keseluruhan waktu yang dibutuhkan dari sel-sel germinal sampai menjadi sperma adalah sekitar 75 hari.

Saluran ejakulasi adalah saluran pendek yang menghubungkan kantung semen dengan uretra, fungsinya adalah untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra. Uretra itu sendiri adalah saluran akhir dari reproduksi yang terdapat didalam penis. Berfungsi sebagai saluran kelamin yang berasal dari kantung semen dan saluran untuk membuang urin dari kantung kemih.

Penis merupakan alat kelamin luar pria yang berperan untuk persetubuhan. Penis pada pria merupakan sebuat batang yang dapat erektil, dengan bagian ujungnya yang membesar (glans penis).

Sistem Reproduksi Wanita

- Vagina adalah kanal yang mengarahkan dari luar tubuh menuju cervix , pintu menuju uterus.
- Uterus adalah organ berotot dimana telur yang telah difertilisasi, atau embrio, mengikat diri dan berkembang. Ia berada dalam ukuran dan bentuk sebuah pir serta dilapisi membran yang kaya akan gizi, endometrium .
- Tuba fallopian menjalar dari bagian atas uterus sampai ke bawah menuju ovarium, dua organ yang berukuran seperti kacang walnut yang mengandung telur-telur.

Pada siklus menstruasi normal, terdapat produksi hormon-hormon yang paralel dengan pertumbuhan lapisan rahim untuk mempersiapkan implantasi (perlekatan) dari janin (proses kehamilan). Gangguan dari siklus menstruasi tersebut dapat berakibat gangguan kesuburan, abortus berulang, atau keganasan. Gangguan dari sikluas menstruasi merupakan salah satu alasan seorang wanita berobat ke dokter.

Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, 2-8 hari adalah waktu keluarnya darah haid yang berkisar 20-60 ml per hari. Penelitian menunjukkan wanita dengan siklus mentruasi normal hanya terdapat pada 2/3 wanita dewasa, sedangkan pada usia reproduksi yang ekstrim (setelah menarche dan menopause) lebih banyak mengalami siklus yang tidak teratur atau siklus yang tidak mengandung sel telur. Siklus mentruasi ini melibatkan kompleks hipotalamus-hipofisis-ovarium.

Kompeks Hipotalamus-Hipofisis-Ovarium

Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah:

 FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH
 LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH
 PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan prolaktin


Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu:

 Masa menstruasi yang berlangsung selama 2-8 hari. Pada saat itu endometrium (selaput rahim) dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon ovarium berada dalam kadar paling rendah
 Masa proliferasi dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14. Setelah menstruasi berakhir, dimulailah fase proliferasi dimana terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis untuk mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin. Pada fase ini endometrium tumbuh kembali. Antara hari ke-12 sampai 14 dapat terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (disebut ovulasi)
 Masa sekresi. Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Hormon progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim)

Siklus ovarium :
 Fase folikular. Pada fase ini hormon reproduksi bekerja mematangkan sel telur yang berasal dari 1 folikel kemudian matang pada pertengahan siklus dan siap untuk proses ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur). Waktu rata-rata fase folikular pada manusia berkisar 10-14 hari, dan variabilitasnya mempengaruhi panjang siklus menstruasi keseluruhan
 Fase luteal. Fase luteal adalah fase dari ovulasi hingga menstruasi dengan jangka waktu rata-rata 14 hari



MENOPAUSE & KLIMAKTERIK

Menopause adalah haid terakhir pada wanita, yang juga sering diartikan sebagai berakhirnya fungsi reproduksi seorang wanita. Oleh karena itu, tidak jarang seorang wanita takut menghadapi saat menopausenya. Kehidupan menjelang dan setelah menopause inilah yang sering disebut sebagai masa senja atau masa klimakterium.
Istilah menopause seringkali disalah-artikan dengan klimakterium.

Gejala-gejala sindrom klimakterik
 Gangguan neurovegetatif (vasomotorik-hipersimpatikotoni) yang mencakup: • gejolak panas (hot flushes)
• keringat malam yang banyak
• rasa kedinginan
• sakit kepala
• desing dalam telinga
• tekanan darah yang goyah
• berdebar-debar
• susah bernafas
• jari-jari atrofi
• gangguan usus (meteorismus)
 Gangguan psikis
• mudah tersinggung
• depresi
• lekas lelah
• kurang bersemangat
• insomania atau sulit tidur

Kelainan Fungsi Ovarium
 Amenorea : keadaan dimana tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut.
 Kemandulan
 Gangguan organik • infark miokard (gangguan sirkulasi)
• atero-sklerosis (hiperkolesterolemia)
• osteoporosis
• gangguan kemih (disuria)
• nyeri senggama (dispareunia)
• kulit menipis
• gangguan kardiovaskuler

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk mampir. Mari berbagi pandangan, inspirasi dan ilmu pengetahuan.