Sunday, May 15, 2011

AURA DAN KARAKTER KEPRIBADIAN: SEBUAH TINJAUAN PSIKOLOGI


Pernahkan Anda merasakan atau melihat sosok seseorang yang begitu berkarisma, penuh wibawa dan disegani oleh banyak orang? Pernahkan Anda merasa sangat dekat, cocok dan merasa nyaman dengan seseorang yang baru saja kita kenal? Atau bahkan sebaliknya? Kita merasa tidak suka atau punya perasaan tidak nyaman ketika kita sedang besanding dengan seseorang yang baru saja kita kenal. Sama halnya hubungan persahabatan yang begitu dekat, dimana terjadi rasa nyaman diantara mereka. Hampir bisa dipastikan kita semua pasti pernah merasakan pengalaman tersebut. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Itulah yang akan penulis coba sedikit paparkan dalam tulisan ini.  

Berdasarkan literatur kesehatan yakni yoga, prana, autohipnosis dan meditasi,  dikenal bahwa manusia juga memiliki tubuh halus (aura) yang hanya dapat dilihat oleh orang-orang yang berbakat, yakni individu yang memiliki kemampuan extra sensory perception (ESP) yang berkembang dengan baik. Aura merupakan sinar elektromagnetik yang memancar dari tubuh seseorang dan berbentuk elips yang mengelilingi tubuh fisik. Kualitas warna dan dan kepadatannya mengindikasikan kesehatan dan karakter seseorang (Carol & Tober 2006). 

Aura dapat membuat orang lain menjadi tertarik dan kagum dengan diri seseorang. Perlu dipahami juga bahwa aura ada dua yakni aura dalam dan aura luar. Aura luar merupakan aura yang lebih menunjukkan kondisi emosi atau perasaan seseorang. Jadi warna aura luar ini sangat dinamis tergantung dari kondisi emosi seseorang, ketika orang lagi sedih pasti akan berbeda dengan warna aura ketika lagi senang dan bahagia. Itulah kenapa ada seseorang yang bisa langsung menebak kita bahwa kita lagi sedih atau lagi bahagia walaupun tanpa bertanya kepada kita. Bagi individu yang punya kelebihan melihat aura, pasti tidaklah sulit menyimpulkan hal tersebut.  Selain aura luar, manusia juga memiliki aura dalam. Aura dalam ini lebih konstan dan merupakan bawaan lahir, pemberian Tuhan yang menetap pada diri seseorang. Aura inilah yang menjelaskan dan berkaitan dengan karakter dan kepribadian manusia. 

Seperti yang telah penulis paparkan di depan bahwa warna aura terbagi menjadi tujuah mengikuti warna pelagi yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Ketujuh warna tersebut diklasifikasikan menjadi dua yaitu aura langit dan aura bumi berdasarkan letaknya. Aura bumi terdiri dari merah, jingga dan kuning. Sedangkan aura langit terdiri dari biru, nila dan ungu. Seseorang dengan warna aura bumi lebih banyak menggunakan rasio dalam melakukan sesuatu, sedangkan seseorang dengan warna aura langit lebih dominan menggunakan intuisi dalam melakukan sesuatu. Sedangkan hijau merupakan aura netral diantara aura langit dan bumi, sehingga biasanya orang dengan warna hijau memiliki karakter mudah bersosialisasi dan menyesuaikan diri.
Pendekatan warna aura di atas, mampu menjelaskan bagaimana karakter atau kepribadian seseorang. Seseorang yang memiliki warna aura yang sama, memiliki karakter kepribadian yang hampir sama pula. Itulah sebabnya kenapa ada seseorang yang begitu sangat dekat dan nyaman ketika bersama dengan orang lain. Namun, sebaliknya ketika aura kita berbeda, artinya berbeda jauh jaraknya maka biasanya seseorang akan merasa tidak cocok, tidak nyaman jika mereka berdekatan dalam arti sering terjadi konflik. Bahkan ketika pertama kali berjumpa, kita bisa merasakan kenyamanan atau ketidaknyaman tersebut, walaupun kita belum tahu siapa orang yang kita jumpai tersebut.

Warna aura memang sedikit banyak memberikan penjelasan tentang karakter kepribadian manusia. Dari beberapa literature yang penulis baca, berikut penjelasan secara singkatnya. Pertama merah, seseorang dengan aura berwarna merah kebanyakan dipenuhi oleh kuasa dan ego untuk mencapai kesuksesan, sifatnya suka memerintah, bertanggung jawab, mempunyai sifat pemimpin. Sedangkan sifat negatife dari warna merah ini adalah egois. 

Kedua adalah jingga, seseorang yang memiliki pancaran aura berwarna jingga mempunyai sifat kepedulian dan kasih sayang dan mudah bergaul. Selain itu, warna jingga ini juga mempunyai sifat sebagai juru damai, penimbang rasa, dan praktis. Sedangkan Sifat negatif warna jingga ini adalah, malas, tidak mampu dan tidak peduli. 

Ketiga adalah  kuning, seseorang yang pancaranya auranya berwarna kuning memiliki sifat yang antusias dan mengasyikan, berpikir dengan cepat dan menghibur orang lain, senang berkumpul, dinamis,  identik dengan gagasan dan berekspresi. Sifat negatif dari warna kuning adalah curiga/iri hati.
Keempat adalah hijau, seseorang dengan pancaran aura berwarna hijau memiliki sifat sejuk dan damai serta memiliki bakat untuk menjadi seorang penyembuh alami. Sikapnya kooperatif, dapat dipercaya, dan murah hati. Sifat hijau juga menyukai tantangan, bekerja tanpa kenal lelah, dan mudah dimintai pertolongan. Sifat negatifnya bersifat kaku dalam memandang setiap persoalan yang terjadi dalam kehidupannya, baik itu dalam keluarga ataupun lingkungan sosialnya. 

Kelima adalah biru, seseorang yang pancaran auranya berwarna biru secara alami mempunyai sifat positif dan antusias. Warna biru biasanya berhati muda, tulus, jujur dan jika bertindak sesuai dengan pikirannya, mempunyai kebebasan, tidak suka dibatasi atau dilarang. Menyukai hal-hal baru, bisa menutupi perasaan dan bisa menyimpan rahasia. Sifat negatifnya kesulitan menyelesaikan tugas.
Keenam adalah nila,  sifat dari warna aura ini adalah hangat, mampu menyembuhkan dan mengasuh orang lain. Warna ini juga menandakan di pemiliknya senang memecahkan maslah, bijaksana dan suka menolong. Sedangkan sifat negatifnya adalah tidak mampu mengatakan “tidak” sehingga sering dimanfaatkan orang lain untuk melakukan beberapa hal tertentu yang diinginkan oleh orang tersebut.

Terakhir, adalah ungu, seseorang yang pancaran auranya berwarna ungu, maka berarti orang tersebut menyukai kegiatan-kegiatan spiritual dan metafisika. Sifat negatifnya adalah merasa unggul dari yang lain.

33B NARATION (KENANGAN AKAN SEBUAH PERSAUDARAAN)

Tak terasa malam sudah tiba,,
tak terasa pula tiga tahun kurang bersama,,
tak ada yang berbeda dan berubah diantara kita,,

Rosyid yang paling alim diantara kita,
Agung yang paling aktif bagai artis yang sedang laris,
tak lupa pula si tinggi besar wirawan noviana yang selalu online setiap harinya,,
satu lagi datang dari ujung loksumawe yang keras dan tegas,, yah itulah Riandi Rizka
itulah gambaran cerita singkat penghuni 33B yang tentunya penuh realita dan suka cita,

tak ketinggalan satu orang dari sunda satu ini, baik hati, penyabar, paling rajin dan ibu dari segala ibu di 33B, ya siapa lagi kalo bukan Sendi yang datang dari SukaBumi,
tak lupa kawan satu kamar yang sibuk, kadang jarang pulang,, tapi demi satu kepentingan yang mulia, yaitu atas nama kemahasiswan, itulah mantan Sekjen kita Ai Nurhidayat,

Lain ladang lain belalang, tak ada yang sama persis diantara kita,
Yoga yang hitam dan cerdas, bukan juga pemalas. Edi yang idealis tapi berwibawa, namun akhir-akhir ini jarang diasrama karena kesibukan politiknya. Sahid yang datang dari Jogja  dengan ciri dan khasnya, si Abdul dg gaya biacara yang sangat berbeda dari orang-orang biasanya,

Yang satu ini dari Jogja, pendiam, tak banyak bicara, namun selalu membawa perdamaian diantara kita, itulah sosok ketua 33B award malam ini, siapa lagi kalo bukan Risyad,
Ada juga yang sangat pendiam, saking diamnya hingga jarang marah, tapi dg semakin diamnya dia,, asrama semakin tentram, hahaha.. Itulah sosok si Enur dari Tasikmalaya,
Anwar pemuda yang jarang diasrama, kesibukannya mengalahkan para artis paling ternama, Eko, sosok pria yang pandai menari, pandai memasak, baik hati dan suka dipuji, satu lagi yang baca tulisan ini,siapa lagi kalo bukan Suhar,, hehe.. gak perlu disampaikan karena memang sudah berkesan kan? Hehehe

dari kamar VIP kita akan berkunjung ke kamar VIP kelas 2, hehehe

si Tinggi dari Medan, jahil tapi pintar menghafal, tak salah kalo jadi guide disbuah museum terkenal, siapa dia? Iya, itulah Rian pri dari Medan,

Pemuda satu ini lain dari yang lain, datang dari tanah sumatera,, sukanya bergaya, berdansa dan berfoto-foto Ria, si Edison yang paling tampan diantara banyak wanita,

Laki-laki ini jauh datang dari Timur Jawa, gak ada yang berbeda, tetap pendiam, sopan, alim, ya itulah Darusalam dari Madura,

dari Madura, kita berangkat ke Jepara, pemuda yang lahir dr kota tanah Kartini yang jago kaligrafi, suka bangat menghabiskan malam lebih cepat dg tidur pulas, tapi jangan salah, dia jg pintar fisika lo, makanya tidak salah kalo ingin jadi profesor.. hehe.. ya itulah sosok Fathur Rohman

dari Jepara kita ke Tanah Sunda, si Aan yang menjadi seksi acara, orangnya suka sekali dg seni drama, tak salahkan ditunjuk sbg seksi acara, satu lagi pemuda datang dari Bengkulu yang suka sekali menyendiri dan bertepi, tapi jangan salah, dia suka sekali merawat diri, hahahaha (pissss)... itulah Dodi yang putih diantara kami,, hahaha

Dari lantai bawah kita menuju lantai atas, tak banyak orang cuma dua orang yang sama sama datang dari tanah cirebon dan Majalengka,,

Si Riki yang ahli komunikasi dan laris bak fotografer ternama, namun sayang, karena kesibukannya hari ni tak datang diacara malam penganugerahan,

Terakhir si Adi yang kecil tapi berisi, hehehe.. berisi ilmu pengetahuan pastinya,,
orangnya wise dan selalu membawa kedamaian ditengah-tengah perdebatan,

Itulah sekelumit cerita penghuni 33B, yang selalu antusias, penuh tawa dan canda. Tak banyak yang berbeda. Tapi inilah realita, realita menuju masa depan yang lebih bermakna.


Kita bersatu untuk bersaudara dan berkarya
Tuhan Beserta Kita

Thursday, March 3, 2011

Gangguan Kepribadian : Perspektif Psikologi Islam


Sering kita mendengar istilah gangguan kepribadian, orang berkepribadian ganda. Terkadang kita sering mendengar orang memberikan label kepada orang lain bahwa tidak punya kepribadian. Lalu, apa sih sebenarnya gangguan kepribadian? Berdasarkan perspektif psikologi Islam, gangguan kepribadian adalah serangkaian perilaku manusia yang menyimpang dari fitrah asli yang murni, bersih dan suci, yang telah ditetapkan oleh Allah SWT sejak zaman azali (Mujib, 2007). Gangguan tersebut dapat menyebabkan rusaknya jiwa sehingga jiwa menjadi kosong, hati akan mati, walaupun secara fisik terlihat gagah dan sehat. Individu yang mengalaminya akan mengalami kekosongan kalbu, gelisah, gersang, dan tidak dapat menikmati kehidupannya.
            Dalam konsep islam istilah gangguan kepribadian ini sering diidentikkan dengan akhlak tercela, yaitu perbuatan yang dilarang oleh ajaran agama.  Dalam persepektif psikologi islam sendiri gangguan kepribadian diartikan sebagai perilaku yang berdosa dan merupakan penyakit hati yang dapat menggangu realisasi dan aktualisasi diri seseorang (Mujib, 2007). Dari pengertian tersebut, maka dapat kita ketahui bahwa perilaku dikategorikan sebagai gangguan kepribadian Islam jika berbau dosa, jika tidak maka belum bisa dikatakan sebagai gangguan kepribadian dalam Islam. Gangguan kepribadian yang mengarah kepada perilaku buruk sering dikenal dengan istilah psikopatologi. Dalam konsep psikologi Islam sendiri, psikopatologi diakibatkan oleh kefitrian qalbu manusia hilang, karena qalbu menjadi pusat kepribadian manusia. Selain itu, psikopatologi bersumber dari dosa (guilty feeling) dan perilaku maksiat.  Dalam Islam psikopatologi ini dikenal dengan istilah penyakit hati. Antara dosa dan psikopatologi merupakan hubungan yang sangat dekat dan erat, karena dosa merupakan sumber dari psikopatologi. Dosa mengandung dua unsur psikopatologi, pertama adalah simptomatis (al-mas`alah al-maradhiy), yang mana individu merasa bimbang, resah, gelisah, konflik dan cemas dalam dirinya. Kedua, masalah penyesuaian diri (al-mas`alah al-tawafuq al-nafsî), yang mana individu merasa teralienasi (tanfir) dengan lingkungannya (al-bi`ah).
اَلإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاس
“Dosa adalah apa yang dapat  membimbangkan hatimu dan engkau merasa benci apabila perbuatan itu diketahui oleh orang lain.” (HR. Muslim dan Ahmad dari al-Nawas ibn Sim’an al-Anshari).
           

Sunday, February 13, 2011

Secercah Harapan yang Hampir Pudar

“Udahlah gak usah sekolah tinggi-tinggi, mending kerja aja.. dapet uang,,”
“Ngapain jual rumah, jual sawah buat sekolah? Mending sawah dikelola buat makan dan hidup,, mending suruh kerja aja!”
“Mau sekolah tinggi-tinggi, klo dari kecil memang petani, ya bakalan balik lagi jd petani”
“Bapak gak bisa sekolahin kamu tinggi-tinggi,, soalnya gak kuat biayanya,, klo memang kamu pengen sekolah tinggi,, ya cuma sawah dan rumah itu yang ada, klo memang terpaksa dijulal gak apa-apa buat sekolah”

Masalah finansial memang jadi kendala utama bagi seorang Arya, remaja desa terpencil untuk menggapai mimpi-mimpinya yaitu menjadi orang sukses, meriah karir yang gemilang, mengangkat derajat keluarga dan membangun desanya. Mimpi-mimpi yang ia rajut sejak dulu rasanya hampir hilang bak ditelan alam seketika setelah tidak ada dukungan dari orang-orang sekelilingnya.

Setelah lulus SD, Arya melanjutkan ke SMP. Namun, ketika mencapai puncak kelulusan SMP. Dia bingung akan kemana melangkahkan kaki, memilih jalan untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Arya termasuk bintang di sekolahnya, walaupun ia lahir ditengah keluarga yang serba sederhana. Ibunya sakit ketika ia masih bayi sehingga terpaksa melepaskan mata pencahariannya, nyaris hanya ayahnyalah yang selama belasan tahun mengasuh dan membesarkannya.

Arya sadar bahwa dirinya bukan siapa-siapa. Mereka tidak seperti kawan-kawannya yang bisa melenggang, memilih sekolah yang mereka inginkan dengan hanya bilang ke orang tuanya. Setiap ditanya “Arya, kamu maw ngelanjutin kemana?”. Arya bingung maw jawab apa. Dia hanya bisa menjawab “ Do’akan saja ya, ak belum taw mau kemana nantinya” . dalam hatinya selalu berdoa, “ Ya Robb, berikan jalan dan kuasaMU, aku tahu engkau maha adil, engkau jadikan aku seperti sekarang karena engkau mempunyai rencana yang indah untuk aku dan keluargaku”.

Friday, February 11, 2011

PENTINGNYA PERAN GURU : SEBUAH TINJAUAN PSIKOLOGIS


Sebuah kisah nyata yang terjadi di dunia pendidikan sekitar kita, dimana kisah ini terjadi di lingkungan pendidikan dasar. Betapa pentingnya peran guru dalam mendidik anak didiknya, bukan hanya transfer knowledge, tapi lebih dari itu. Memang benar, peran dan tanggung jawab guru memang beban moral. Memang sangat benar, sehingga banyak guru-guru yang belum siap mental mengundurkan diri dari aktivivtasnya karena beban moral yang ditanggungnya sangat berat menurut pemikirannya. Namun, banyak pula yang bertahan dengan berbagai alasan dan meningkatnya kebutuhan hidup. Dalam hal ini, ada sebuah cerita nyata yang menarik dan syarat akan hikmah dan amanah yang dapat dipetik.

Di sebuah kelas 5 SD, ada seorang guru bernama Miss Thomson. Selayaknya guru SD pada umumnya, seorang guru memegang kendali penuh dengan kelas yang diampunya. Di depan murid-muridnya Miss Thompson berkata bahwa ia akan mencintai mereka semua (anak didiknya) tanpa membeda-bedakan. Namun, hal tersebut mustahil. Tepat di bangku paling depan, dengan posisi duduk yang melorot seorang murid bernama Teddy. Sepengatahuan Miss Thompson, Tedy adalah anak yang pendiam, suka menyendiri dan tidak mau bermain dengan teman-teman sekelasnya, pakaiannya lusuh dan kotor dan bisa jadi menurut Miss Thompson, Teddy adalah anak yang tidak menyenangkan. Dalam kesehariannya Miss Thompson terpaksa harus menandai kertas ulangan dan latihan si Teddy dengan tinta merah teball dengan tanda F yang berarti (FAIL/GAGAL).

Disekolah tersebut, kepala sekolah menghimbau kepada semua guru untuk melihat ulang catatan dari semua murid-muridnya.  Hingga pada suatu ketika, Miss Thompson melihat ulang catatan Teddy mulai dari kelas satu dan betapa terkejutnya Miss Thompson ketika membaca ulang catatan tentang si Teddy dikelas sebelumnya :

Guru Kelas 1 memberikan cacatan bahwa Teddy adalah murid yang cemerlang, siap tertawa dan gembira. Dia mengerjakan semua tugas-tugasnya denga rapi, sopan dan penuh dengan semangat kegembiraan.

Pentingnya Penanaman Spiritual Intellegence (SQ) pada Anak: Sebuah Tinjauan Psikologi Islam


Globalisasi menuntut adanya perubahan yang besar dalam segala aspek kehidupan baik positif maupun negatif. Perubahan negative yang terjadi akibat globalisasi perlu diantisipasi melalui intervensi dalam pola pengasuhan sejak dini agar anak tidak mengalami dehumanisasi. Menurut Fromm (1995) dehumanisasi merupakan suatu proses dimana mulai ditinggalkannya nilai-nilai kemanusiaan (etika, moral dan agama) dan digantikannya dengan mendewa-dewakan aspek material semata. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian serius dari orang tua maupun kalangan pendidik untuk memperhatikan kebutuhan-kebutuhan mendasar si anak. 

Clinebell (dalam Hawari, 1996) menegaskan bahwa anak memiliki kebutuhan dasar spiritual yang harus dipenuhi agar bisa membawa anak dalam keadaan yang tentram, aman, damai dalam menjalani hidup. Jika kebutuhan tersebut tidak dipenuhi, maka bisa menyebabkan kecemasan neurotis dan kekosongan spiritual dalam diri anak. Kekosongan spiritual (spiritual-emptiness) akan menyebabkan penyakit ketidakbermaknaan spiritual (spiritual-meaningless) dalam diri anak. Dalam kondisi yang demikian, anak akan mudah terpengaruh dan terombang-ambing oleh pengaruh lingkungan sekitarnya karena si anak tidak punya benteng yang cukup, kehilangan pegangan hidup, kehilangan keimanan dan mudah untuk putus asa (hopeless).

 Hal tersebut senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Lindenthal (dalam Hawari, 1996) yang menemukan hasil bahwa individu yang religius kurang menderita distress jika dibandingkan dengan mereka yang tidak religius. Hawari (1996) juga menegaskan kembali bahwa remaja yang mempunyai tingkat religius yang tinggi memiliki resiko yang rendah untuk terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dan minuman keras. Dari hasil penelitian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa kecerdasan spiritual sangatlah penting dalam membentengi anak menghadapi perubahan social yang semakin deras. Dengan adanya kecerdasan spiritual ini menyebabkan anak menjadi tangguh dalam menghadapi tantangan dan hambatan sehingga tidak mudah mengalami stress/ kecemasan serta kekosongan spiritual.

Apa sebenarnya Kecerdasan Spiritual (SQ) itu? Mujib & Mudzakir (2002) menjelaskan bahwa kecerdasan  spiritual adalah kecerdasan kalbu yang berhubungan dengan kualitas batin seseorang. Kecerdasan ini mengarahkan seseorang untuk lebih berbuat secara manusiawi sehingga bisa  menjangkau nilai-nilai luhur yang belum tersentuh oleh akal pikiran manusia. Sedangkan Zohar & Marshall (2001) memaparkan bahwa SQ adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan masalah makna dan nilai menempatkan perilaku dan hidup manusia dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya; menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.

Anak-anak yang tidak memiliki kecerdasan spiritual akan mudah terjangkit krisis spiritual (spitual crisis), keterasingan spiritual (spitual alienation) dan patologi spiritual (spiritual patology). Hal ini akan meningkat seiring perkembangan dan perubahan peradaban karena kemajuan teknologi di abad globalisasi seperti sekarang ini. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian bagi orang tua yang menjadi titik awal membentuk  pribadi dan karakter anak karena anak pada dasarnya adalah kertas kosong. Jadi hasil gambarnya akan seperti apa, itu adalah karya dari kedua orang tua /keluarga yang membesarkannya. Jangan sampai anak dibiarkan mencari kebutuhan-kebutuhan dasarnya seperti kebutuhan akan spiritualitas di luar, karena kondisi di luar rumah sangatlah beranekaragam karena sekarang ini budaya konsumerisme, hedonisme dan sekulerisme sudah mulai menggila, lebih-lebih dikota besar seperti Jakarta. Oleh karena itu, perlu adanya penerapan pola asuh yang tepat guna membentengi anak dan membentuk anak menjadi pribadi yang tangguh, tidak mudah terombang-ambing oleh perubahan hidup.

Orang tua merupakan role model bagi anak di dalam lingkungan keluarga yang pertama mereka kenal. Jika orang tua jauh dari nilai-nilai spiritualitas, maka anakpun juga akan mengikuti jejak ayah bundanya. Seperti kata pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Anak yang cerdas spiritual sebagian besar dilahirkan dari orang tua yang cerdas secara spiritual, begitu juga sebaliknya.

Kenapa perlu mengembang kesadaran spiritual pada anak? Anak merupakan periode kehidupan yang sangat penting. Dalam hal ini, Freud menyakini bahwa usia keemasan anak pada rentang waktu 1 sampai 5 tahun. Dimana otak berkembang pesat karena stimulasi dari lingkungan. Jika kita mulai sejak dini, stimulasi baik itu yang mengasah kognitif, afektif dan psikomotorik, maka anak akan tumbuh menjadi buah hati yang saling terintegrasi diantara ketiga komponen itu. Namun, yang perlu di pahami adalah bagaimana stimulasi yang tepat sesuai dengan perkembangan si anak.

Kesadaran spiritualitas yang ditekankan oleh orang tua akan membentuk pemahaman akan spiritualitas sang anak dan tidak terjadi kekosongan spiritualitas dalam hati dan hidup. Dengan pemahaman, tentunya anak akan memaknai dan mengahayati akan pentingnya sebuah nilai spiritualitas sehingga hidupnya akan merasa lebih bermakna. Begitu itu semua dilakukan, insya Allah akan membentuk kecerdasan spiritual bagi si anak.

Tuesday, August 17, 2010

PERAN INDUSTRI BISNIS SINGAPURA DAN PENGARUHNYA DI PASAR ASIA TENGGARA DAN STRATEGI BISNIS PARA WIRAUSAHA MUDA INDONESIA DALAM MEMBANGUN BISNIS SEKALI

Pendahuluan

Globalisasi dari sisi ekonomi adalah suatu perubahan di dalam perekonomian dunia yang bersifat mendasar atau struktural dan akan berlangsung terus dalam laju yang semakin pesat mengikuti kemajuan teknologi yang juga prosesnya semakin cepat. Globalisasi ekonomi ini ditandai dengan semakin menipisnya batas-batas kegiatan ekonomi atau pasar secara nasional atau regional, tetapi semakin mengglobal menjadi “satu” proses yang melibatkan banyak negara. Fenomena yang terjadi sekarang ini adalah tidak relevan lagi mencantumkan nama negara asal dari suatu produk; orang hanya tau bahwa lampu itu adalah buatan Philips yang pabrik pembuatanya bukan di Belanda, tetapi misalnya di Tangerang. Banyak produk dari Disney bukan buatan AS melainkan dibuat di Cina dengan memakai tenaga kerja, bahan baku dan modal dari negara tersebut. Sekarang ini semakin banyak produk-produk yang komponennya di buat di lebih dari satu negara (seperti komputer, mobil, pesawat terbang, dll.), dan banyak perusahaan-perusahaan multinasional mempunyai kantor pusat bukan di negara asal melainkan di pusat-pusat keuangan di negara-negara lain seperti London dan New York.

Sekarang ini, perkembangan dunia bisnis dan industri tertuju pada Singapura yang maju pesat walaupun negara ini mempunyai wilayah yang kecil. Berdasarkan Survei Zafar U. Ahmed (2004), President and CEO Academy for Global Business Advancement Inc., Texas A & M University At Commerce, Texas, USA dalam Ali Abas J. & Robert C. (2005) keberhasilan Singapura sebagi pusat bisnis internasional antara lain dipengaruhi oleh banyak factor. Pertama, faktor lokasi yang mampu berinteraksi ke negara-negara tetangga. Kedua, Kontribusi MNC Membangun infrastruktur bisnis kelas dunia, 96% GDP oleh MNC, 95% MNC memanfaatkan komponen perusahaan lokal dan MNC telah melakukan transfer: teknologi, technical expertise dan kemampuan manajerial kepada perusahaan lokal dan bahkan merangsang pertumbuhan wirausaha baru yang mendukung pembangunan ekonomi Singapura.

Pemaknaan Kembali dan Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Pendidikan Sebagai Solusi Memerangi Ancaman Globalisasi Generasi Muda dalam Kehidupan

Latar Belakang Masalah
Dalam era globalisasi sekarang ini, perubahan hidup bisa terjadi begitu cepat karena perputaran arus informasi. Perkembangan teknologi informasi contohnya yang membuat perputaran informasi dari seluruh dunia begitu cepat berjalan. Dunia yang begitu luas menjadi semakin sempit. Globalisasai membuat kabur batas-batas nilai sebuah negara, menjadikan tatanan dunia menjadi tidak lagi ada batas nyata dalam tatanan hidup masyarakat. Budaya asing mudah saja masuk dan tidak menutup kemungkinan jika budaya asing tersebut memiliki pengaruh terhadap nilai-nilai local dan nasional disuatu negara. M.Habib Mustopo (1992 dalam Mulyono) menyatakan, bahwa pergeseran dan perubahan nilai-nilai akan menimbulkan kebimbangan, terutama didukung oleh kenyataan masuknya arus budaya asing dengan berbagai aspeknya. Globalisasi itu sendiri merupakan proses menjadi global, bukan hanya local maupun nasional tetapi sudah masuk dalam tataran nasional.

Wednesday, February 10, 2010

KIAT SUKSES LOLOS SELEKSI PARAMADINA FELLOWSHIP 2010


Assalamualaikum Wr.Wb

Salam sejahtera

Hai teman-teman, langsung aja ya. Sebelumnya kami ingin menegaskan, bahwa ini hanyalah sebagai sebuah stimulus bagi teman-teman semua untuk dapat mendaftar Paramadina Fellowship 2010 dengan sebaik-baiknya agar InsyaAllah bisa mendatangkan hasil yang maksimal dan seperti yang kita semua harapkan, amin. Jadi kami tidak dapat memastikan bahwa teman-teman pasti akan diterima bila mengikuti anjuran kami,karena itu memang bukan kewenagan kami, dan ini hanya bersifat to share aja dengan temen-temen berdasarkan pengalaman yang pernah kami alami sebagai penerima Paramadina Felloship 2008 dan 2009. Tapi setidaknya, bisa menjadikan yang terbaik, dan syukur bila dapat menjadikan teman-teman sebagai penerima Paramadina Fellowship 2010, amin.

OK, kita awali dengan cara pengisian Formulir Pendaftaran sebanyak 14 lembar. Perhatikan benar-benar pada halaman depan Formulir pendaftaran yang menyangkut kelengkapan dokumen yang harus dikumpulkan. Pastikan tidak ada satu dokumen pun yang tertinggal, karena itu dapat menyebabkan hal yang fatal bagi kelulusan kalian pada Tahap I.

Isi data diri dan data keluarga kalian dengan selengkap-lengkapnya, usahakan jangan sampai ada yang kosong kecuali bila memang mengharuskan dikosongkan. Apapun itu keadaan kalian, tulis dengan sejujur-jujurnya keadaan kalian dan keluarga kalian. Terkait dengan kolom Cita-cita,Pelajaran,dan Tokoh Favorit isilah dengan serius dan “kalau bisa” cocok dengan jurusan yang anda pilih karena hal itu menunjukan bahwa jurusan yang kalian pilih cocok dengan kepribadian kalian.

Untuk kolom Organisasi berusahalah untuk mengingat kembali Organisasi-Organisasi yang pernah kalian ikuti dari SMP hingga SMA, dan hal ini tidak terpacu pada yang di sekolah saja, misalnya kalian pernah bergabung di Karang Taruna Desa,atau Organisasi-Organisasi yang diadakan di lingkungan sekitar kalian, misalnya Organisasi Remaja Masjid dan sebagainya,sekecil apapun peranan Organisasi itu dalam masyarakat sekitar sekalian, jangan ragu untuk menyertakan keterangan keikutsertaan kalian dalam Organisasi tersebut. Begitu juga dengan prestasi-prestasi kalian, baik yang akademis maupun non akademis, baik berupa sertifikat keikutsertaan hingga piagam kejuaraan tolong kalian sertakan dengan sedetail-detailnya jangan sampai ada yang terlewatkan, termasuk bila kalian pernah bekerja di suatu Instansi, magang, mengikuti pelatihan, Pernah menjadi ketua panitia suatu kegiatan atau perlombaan, pernah menjadi Pembawa Acara, dan masih banyak yang lainya. Kalaupun kalian pernah mengikuti lomba namun tidak menang, menurut hemat kami jangan malu pula untuk menyertakan perlombaan-perlombaan yang pernah kalian ikuti meskipun tidak membuahkan kemenangan. Yang perlu kalian ingat dan catat, suatu hal yang kecil sekalipun akan mendapatkan penilaian tersendiri bila kalian menyertakan hal tersebut dalam formulir pendaftaran kalian.

Hal kedua, adalah menegenai jurusan. Pilihlah Jurusan yang cocok dengan minat dan bakat kalian. Bukan hanya minat, namun sesuaikanlah pula bakat dengan jurusan yang kalian pilih. Pilih jurusan yang benar-benar kalian “punya” kemampuan dalam jurusan tersebut. Karena alasan kalian memilih suatu jurusan yang terkait dengan minat dan bakat kalian mencerminkan sejauh mana kalian cocok dengan jurusan yang anda pilih tersebut. Dan yang jadi penekanan disini, Jurusan merupakan ujung tombak dari kelulusan kalian. Jurusan merupakan hal pertama yang dilihat dari Tim Panel dari formulir pendaftaran kalian kirimkan. So,,saran kami, pikirkan baik-baik jurusan yang akan kalian pilih. Jangan sampai kalian salah memilih jurusan. Ada beberapa jurusan yang peluangnya besar, dan kalaupun kalian memilih jurusan yang “sekiranya” peluangnya tidak terlalu besar, hal itu tidak mengapa, namun itu berarti kalian harus siap berjuang mati-matian karena saingan kalian adalah seluruh siswa dari seluruh Indonesia.Dan jangan pernah takut sebelum kalian berperang. U’ll never know ‘till u have tried.

Hal ketiga yang sering menjadikan pertanyaan bagi kalian adalah tentang Essay. Untuk tahun 2010 ada Essay dengan tema “ Saya di Tahun 2025”. Kalau kami menyarankan tulislah suatu tulisan tentang diri kalian di tahun 2025 yang menyangkut Cita-cita kalian atau impian kalian terkait dengan jurusan yang telah kalian pilih tersebut. Refleksikan diri kalian seperti apakah di tahun 2025. Jangan lupa untuk mengaitkan Kepribadian kalian, Etos Hidup kalian, Motivasi kalian dalam mengikuti PF 2010 dan keyakinan serta semangat untuk lolos PF 2010 dan pastinya bakat dan kemampuan kalian dalam mewujudkan Cita-cita atau harapan kalian dengan melalui jurusan yang kalian pilih tersebut. Bila alasan kalian mengikuti PF 2010 karena alasan finansial, maka jangan pernah malu untuk menuliskan alasan tersebut sesuai kenyataan yang ada.

Essay yang kedua adalah “Pengalaman Pahit Saya” .Tulislah suatu pengalaman pahit yang mungkin paling pahit serta bermakna dalam kehidupan kalian, dimana pengalaman itu menjadi Kontributor terbesar dalam perubahan hidup kalian ke arah yang lebih positif tentunya di masa sekarang. Jangan lupa menceritakan kegigihan kalian dalam menghadapi kepahitan tersebut. Tunjukan bahwa kalian adalah sosok pribadi yang kuat,tegar,tawakal dan selalu bertekad untuk merubah kepahitan tersebut menjadi suatu kondisi yang bisa mendatangkan kebaikan bagi kalian,tunjukan bahwa kalian adalah sosok yang pintar mengambil hikmah dari setiap musibah.Dan tulis pula “sedikit atau sebersit” tentang pengalaman berharga kalian, sehingga Tim Panel mengetahui “sedikit” tentang pengalaman berharga yang pernah kalian raih. Mungkin saja pengalaman berharga itu merupakan hasil dari pengalaman pahit kalian.

Yang perlu menjadi catatan di sini adalah, tulis dengan serapi-rapinya Essay tersebut, karena tulisan mencerminkan kepribadian. bagi kalian yang pintar berbahasa Inggris, kami persilakan bila kalian ingin menulis dalam bahasa Inggris, karena bagi kalian yang bisa berbahasa asing mempunyai nilai plus tersendiri. namun bagi kalian yang lebih nyaman menggunkan bahasa Indonesia, maka tulis saja dalam bahasa Indonesia. Just be your self aja.

Ketiga, adalah mengenai Surat Rekomendasi Guru (ditulis menggunakan huruf balok). Usahakan minta rekomendasi kepada guru yang benar-benar mengenal kalian secara luar dalam, baik tentang kepribadian kalian, prestasi kalian, keadaan ekonomi kalian, hingga keaktifan kalian di lingkungan sekolah. Begitu pula dengan Surat Rekomendasi dari Kepala Sekolah ataupun Tokoh Masyarakat.Sedikit tips, sebelum Pemberi Rekomendasi memberikan Rekomendasi untuk kalian, berilah pengertian secara baik-baik kepada Pemberi Rekomendasi bahwa rekomendasi ini sangat menentukan bagi kalian terkait penerimaaan beasiswa dari Paramadina Fellowship 2010, agar Pemberi Rekomendasi bisa membantu anda melalui Rekomendasu yang beliau berikan, (ingat surat Rekomendasi harus tertutup rapat dalam amplop saat dikirimkan).

Pengalaman untuk penyemangat dalam mengikuti PF 2010.

Temen-temen cukup mengingat satu kalimat motivasi You’ll never know ‘ till you have tried. Kita gak akan tahu sebelum kita mencobanya. Jangan sampai teman-teman menyerah sebelum mengikuti PF 2010. Jangan pernah teman-teman mengurungkan niat untuk mendaftar PF 2010 karena ‘mungkin’ teman-teman merasa tidak pintar, tidak mempunyai prestasi, atau nilai raport yang pas-pasan, come on guys,,setiap manusia pasti mempunyai kelebihan. Bagaimana kita menggunakan kelebihan kita untuk menutupi kekurangan kita, itulah yang harus kita perjuangkan dalam mengikuti Paramadina Fellowship.

Sekedar cerita, saya bukanlah seorang yang pintar. Nilai rata-rata raport saya tiap semester juga tergolong “pas-pasan”. Bahkan bisa dikatakan dari semua pendaftar dari SMA 1 kudus, hanya saya yang mempunyai nilai rata-rata terendah. Satu kenyataan yang bisa menjatuhkan mental siapapun yang tidak mempunyai keberanian dan modal “nekad”. Namun saya selalu ingat kalimat motivasi yang saya sebutkan di atas tadi. Maka dari kalimat itulah saya selalu maju dan siap berperang melawan setiap tantangan dalam mengikuti Paramadina Fellowship.Karena saya yakin, Tuhan pasti melengkapi saya dengan segala kelebihan sebagai penawar atas segala kekurangan saya. Dan memang benar, Tim Panel adalah “Orang-Orang Hebat “ yang dapat melihat kita dari berbagai macam sisi.Bukan hanya sisi akademis saja, namun lebih jauh dari itu, Tim Panel dapat menemukan kekuatan-kekuatan di luar akademis kita yang dapat menjadi nilai plus tersendiri bagi diri kita. Dan Paramadina adalah Universitas yang menilai seseorang bukan hanya dari nilai akademisnya saja, karena nilai kecerdasan emosional , prestasi, keaktivan dan etika merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhitungkan.Hal ini terbukti dari banyaknya para pendaftar yang gagal karena mereka hanya bermodalkan nilai akademis dan prestasi saja, tanpa memiliki faktor-faktor lain yang menguatkannya. Jadi tetaplah rendah hati atas segala kelebihan kalian, jangan sampai kalian mengesankan bahwa kalian adalah seseorang yang sombong. Jadi jangan pernah ragu untuk mencoba mengikuti Paramadina Fellowship hanya karena ketakutan-ketakutan kita sebelum berperang. Dan segala penilaian pada tahap I adalah berdasarkan formulir pendaftaran yang kalian kumpulkan, jadi isilah formulir pendaftaran secara baik, karena itulah cikal bakal dari kesuksesan kalian untuk mendapatkan Paramadina Fellowship, termasuk dalam menuliskan prestasi dan berbagai macam kegiatan yang pernah kalian ikuti selama ini.

Sedikit menyinggung tentang berita yang cukup menganggu berkaitan dengan Universitas Paramadina adalah tentang Jaringan Islam Liberal (JIL). Percayalah teman-teman, Paramadina tidak ada sangkut paut sedikitpun dengan JIL. Sebagai orang yang berpendidikan, harusnya kita dapat membedakan antara Cak Nur sebagai Tokoh Pembaharuan Islam yang bersifat Modernisme dan JIL yang mengajarkan tentang Sekularisme. Karena Modernisme dan Sekularisme itu sesungguhnya berbeda, namun bagi “oknum” yang tidak pernah membaca Buku-buku karangan Cak Nur cenderung akan menyamaratakan antara Cak Nur sebagai pendiri Paramadina dan JIL. Dan JIL mempunyai “markas” tersendiri yang bertempat di Daerah Utan Kayu Jakarta dan sangat jauh dari Kampus Paramadina, dan JIL tidak berperan apa-apa di dalam Paramadina, karena mereka tidak ada hubungan apa-apa dengan Paramadina. Semoga kalian sebagai orang yang berpendidikan dapat mempercayai orang yang sudah bertahun-tahun di Paramadina,yang telah mengetahui seluk beluk Paramadina, daripada kabar burung dari orang-orang yang tidak berpengetahuan apa-apa dan hanya mengikuti berita-berita yang beredar yang tidak terbukti kebenaranya. Bagaimana mungkin kita mempercayai Orang yang tidak pernah membaca dan tidak pernah bersinggungan secara langsung dengan Paramadina dan JIL itu sendiri? kami berbicara tentang kebenaran, bukan tentang loyalitas kami sebagai mahasiswa dari Paramadina.

Jadi teman-teman yang kami cintai, semangatlah kalian dalam mengikuti Paramadina Fellowshipn 2010. Jangan pernah takut untuk mencoba. Setiap keputusan pasti akan mendatangkan tantangan dan resiko. So, janganlah mudah menyerah dalam menghadapi setiap permasalahan dan tantangan yang muncul dalam proses kalian mengikuti Paramadina Fellowship 2010, karena Tantangan ada bukan untuk ditakuti atau dihindari dan dibiarkan sebagai pematah semangat meraih impian,namun tantangan ada untuk kita takhlukan sebagai kekuatan dalam menjemput kesuksesan. Namun semua ini tidak terlepas dari ikhtiar dan do’a. Usaha tanpa do’a adalah sombong belaka, dan do’a tanpa usaha adalah sia-sia belaka. Meminjam kalimat filsafat, ketika kamu menginginkan sesuatu, maka percayalah seluruh isi dunia akan bersatu untuk membantumu mendapatkan keinginanmu.

Semoga apa yang kami berikan ini dapat memberikan manfaat bagi teman-teman semuanya.Selamat mencoba,berjuang, berdo’a, dan kami tunngu kehadiran teman-teman semuanya di Universitas Paramadina Jakarta.