Showing posts with label INSPIRING WORD. Show all posts
Showing posts with label INSPIRING WORD. Show all posts

Thursday, January 15, 2015

Gorillas in Hawaii (Proactive, Persistence and Passionate) Kunci Sukses Meraih Mimpi





Kita lahir sebagai PEMENANG, maka menyerah bukanlah kita.
Setiap dari kita memiliki jatah untuk gagal, orang yang tidak menghabiskan jatah gagalnya maka tidak akan pernah pada titik KESUKSESAN.
Banyak orang yang GAGAL menggapai impiannya hanya karena terlalu cepat MENYERAH dan PUTUS ASA
Kesulitan bukanlah ancaman, tapi sarana PENGEMBANGAN.
Semua orang BISA melakukan apapun bila Ia PERCAYA dan MENGINGINKANNYA


 
Pertama kali saya ikut rekrutmen dan seleksi di MidPlaza Holding, saya ditantang untuk membawakan sebuah topic materi tentang Gorillas in Hawaii yang ada di buku Habitudes#3 (The Art of Leading Others) karangan dari Dr. Tim Elmore, USA. Buku tersebut bertema kepemimpinan, mengajarkan kita akan sikap dan karakter seorang Pemimpin melalui sebuah gambar. Dalam tulisan ini, saya akan sedikit berbagi tentang maksud dan tujuan gambar Gorillas tersebut.

Gambar tersebut menceritakan bahwa David yang merupakan karyawan di sebuah perusahaan pembuatan iklan. Pada suatu hari, dia mendapatkan project pembuatan iklan di Hawaii. Tugas David adalah membawa Gorilla ke Hawaii untuk keperluan pembuatan iklan tersebut. David berusaha untuk mengerjakan tugasnya dengan sekuat tenaga walaupun dia tahu bahwa tidak ada satupun Gorilla di Hawaii. Dia berusaha mencari petunjuk melalui buku atau informasi bagaimana mendapatkan dan mendatangkan gorilla ke Hawaii tetapi tidak ada satupun buku yang bercerita tentang hal tersebut. Salah satu cara yang dilakukan David adalah menghubungi salah satu pelatih di kebun binatang Michael Jackson dan pelatih tersebut ternyata tahu bagaimana membawa Gorilla ke Hawaii. Selanjutnya, David berusaha mencari helicopter agar biaya yang dikeluarkan lebih efesien. Dengan perjuangannya, David akhirnya bisa menyelesaikan tugas berat yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. 

Tuesday, November 18, 2008

BERPIKIR JAUH KEDEPAN

Orang bijak adalah dia yang hari ini mengerjakan apa yang dikerjakan orang bodoh akan lakukan tiga hari kemudian. ( Abdullah bin Mubarok )
Kisah ini terjadi di masa perang saudara yang penuh gejolak, sehingga sebuah kerajaan harus terpecah menjadi beberapa bagian. Seorang budak melarikan diridari negeri asalnya dan mengungsi kenegara tetangganya.
Pemiik budak itu adalah penguasa negeri tersebut. Ia menawarkan imbalan berupa 50 0ns emas murni yang jauh lebih mahal dari harga budak itu-untuk siapa saja yang dapat mengembalikan pelarian itu.
Raja dari negeri yang dituju budak itu menolak imbalan dan tidak mau menyerahkan budak tersebut. Raja itu kemudian memutuskan untuk menawarkan sebuah kota berukuran sedang sebagai pengganti budak itu.
“ Tuanku, apakah budak itu sedemikian tinggi harganya?”dengan hati-hati seorang menterinya menasehati.
“ kamu harus melihat gambaran yang lebih besar”, kata tuannya.” Untuk dapat berhasol memerintah suatu negara, aku tidak boleh terlalu memperhatikan masalah keuangan. Sebaliknya, aku harus tetap berpegang pada peraturan. Apabila tidak, maka rakyatku tidak akan menghormatiku maupun mentaati hukum yang berlaku. Sebagai akibatnya, negeriku akan menjadi kacau dan pada akhirnya akan hancur. Apabila seseorang menantang kekuasaanku, kau harus menghukumnya dengan biaya berapapun agar yanglain mendapatkan pelajaran yang berharga. Janganmain-main dengan tuanmu. Bukan saja rakyatku tidak akan pernah melanggar peraturan, mereka juga akan menghormatiku karena bersikap serius dalam menegakkan hukum. Oleh sebab itu, menyerahkan sebuah kota untuk mencapai tujuan tersebut tidaklah terlalau mahal.
Inspirasi
Seorang pemimpin harus mempunyai berbagai sifat yang dapat membibingnya dalam memutuskan segala sesuatu demi kebaikan orang-orang yang dipimpinnya. Dia harus mengenal pribadi-pribadi dalam kelompok masyarakatnya. Mengenal teman-temannya dengan baik. Jadi, dia tahu apa yang bisa diharapkan apa keinginan orang-orang disekitarnya. Di samping itu, dia juga bisa memposisikan mereka nantinya ditempat yang tepat untuk menunjaang keberhasilannya. Ujung-ujungnya juga si pemimpin tidak berlebihan dalam mengharapkan apa yang bisa dilakukan oleh kelompoknya.
Pemimpin yang baik akan memusatkan perhatiannya pada sinergi. Kebersamaan dan kerjasama di dalam kelompoknya. Tidak peduli hasilnya apa, tapi ketika ada kerjasama yang baik dalam kelompok, semua akan tetap bernilai baik. Tapi, meski berhasil, tanpa danya kerjasama dalam kelompok, semua akan menjadi hampa. Dengan sendirninya, ketika ada kerjasama, semua kegagalan dapat ditoleransi. Semua kegagalan akan terasa mudah diperbaiki.
Pemimpin mengkomunikasikan harapan dan kekecewaan yang dia rasakan. Karena dia adalah bagian dari kelompok. Dia berhak untuk mengutarakan unek-uneknya sendiri. Dia berhak membicarakan kesedihannya, dan berhak membagi kebahagiaan dengan yang lainnya.tapi, ketika dia membagikan semua isi hati dengan semua anggota kelompok, bukan berarti semua selesai, selanjutnya semua harus kembali pada kondisi yang bersemangat mencapai tujuan bersama.